Kamis, 28 Juli 2011

Baksos M2F

Udah lama gw ga ikutan baksos. Terakhir kali pas di Kendari dan Soppeng. Udah beberapa bulan yang lalu. Jadi, pas gw ikutan baksos kali ini gw agak sedikit gugup karena udah lama banget ga nyirkum (nyunat.red).
Jadi, dari pagi tuh tepatnya tanggal berapa gw lupa. Yang jelas itu hari minggu. Gw udah siap-siap dari subuh buat ikutan baksos di Galesong. Nah, harusnya tuh pagi itu gw nganterin bokap ke bandara, tp karena kecintaan gw kepada bangsa dan negara (gubrak!) akhirnya gw lebih memilih untuk ikut baksos dibandingkan mengantar bokap tercinta (forgive me dad). Nah, yang begonya lagi, gw udah siap-siap dari subuh tapi malah ga sarapan sama sekali, padahal pagi itu gw udah berasa gak enak badan banget. Secara dari beberapa hari kemaren gw demam mulu plus sakit kepala, tapi karena kekerasan kepala gw, gw diemin aja itu penyakit dan gak pergi ke dokter. Bahkan bokap yang sempat di Makassar dua hari pun gak tau kalo gw sakit! Hebat kan gw?? Hhehe..... Bisa dipastikan kalo beliau tau, gw bakal diseret ke dokter spesialis gizi.
Lohh?? Kok ke spesialis gizi? Iya, soalnya bokap tuh beranggapan gw kurus banget dan kekurangan gizi. Padahal pliss dehh, tinggi gw itu 163cm dan berat badan gw 50kg, masa itu dibilang kekurangan gizi????

Oke, back to the topic.
Jadi, akhirnya gw ikutan baksos di Galesong. Entah karena gugup atau gak sarapan atau masih sakit, saat gw bersiap untuk nyirkum, udah megang gunting bedah bahkan udah anastesi, tiba-tiba kepala gw pening dan berasa berat banget. Pandangan gw gelap dan telinga berdenging-denging. Akhirnya gw letakkin itu gunting dan semua peralatan trus dengan masih menggunakan handscoen (sarung tangan) gw duduk di depan meja pasien. Temen-temen yang lain jadi pada kaget dan khawatir.
"Lo kenapa ki?"
Gw diem. Pandangan gw masih gelap.
"Ki?"
Gw masih diem.
Yg lain mulai khawatir dan bingung. Anak yang mau gw sirkum juga jadi bingung. Pasti dalem pikirannya gini, "Kok, kakak dokter yang ini malah yang pingsan ya? Harusnya kan aku yang pingsan karena aku yang mau disunat." Hhehe.......

Setelah beberapa menit, kesadaran gw mulai pulih. Gw berdiri dibopong sama temen-temen gw yang lain dan disuruh istirahat di salah satu kamar yang ada di sana.
Tapi gw gak mau. Udah terlanjur kesini, masa gw cuma tidur doang sihh?
Akhirnya dengan berat hati, temen-temen gw ngijinin gw keluar kamar, tapi dengan syarat gw gak boleh nyirkum dan kerja di pemeriksaan kesehatan gratis ajah. Jadi alhasil sepanjang hari gw cuman duduk ngasih resep obat dan ngukur tekanan darah orang-orang dan ngukur tekanan darah gw sendiri. Hhehehe..... Ternyata tekanan darah gw 100/70 . Pantes ajah tadi hampir pingsan.

Pulangnya gw masih berasa gak enak badan.
Nyampe rumah udah jam 9 malem, padahal gw keluar dari rumah jam setengah 7 pagi.
Gw baring-baring di kasur dan mendangin langit-langit kamar. Tiba-tiba gw ngerasa ada yang ngalir dari dalem hidung gw. Pas gw perhatiin, ternyata darah! Ya ampuuuunnn, gw mimisan! Ini pertama kali seumur 20 tahun hidup gw, gw mimisan. Kayaknya penyakit gw emang parah dan harus diperiksain ke dokter. Tapi lagi-lagi karena gw sok kuat, akhirnya gw tegar-tegarin diri ajah. Bahkan seisi rumah juga gak ada yang tau kalo gw sakit. Di kampus juga gw ceria-ceria aja.

Ah, pokoknya dari pengalaman baksos kali ini, gw harus slalu biasain diri sarapan pagi kalo gak mau pingsan kayak gitu. Kan gak lucu, mau ngobatin orang lain, eh malah diri sendiri yang perlu diobati.
Apapun itu, gw harus jaga diri gw sendiri sebelum gw menjaga orang lain. Hhehehe....

FIGHTING!

Sabtu, 23 Juli 2011

Surat Patah Hati

Sudah lama aku ingin ungkapin ini. Sudah sejak dulu. Dulu sekali. Tapi, aku selalu menahan diri. Aku selalu mencoba untuk bungkam. Kau tahu kenapa? Itu karena aku takut. Takut kalau apa yang aku pikirkan adalah kenyataan.

Kau katakan kalau aku tak pernah mau tau keadaanmu? Kenapa aku ga menanyakan kabarmu pada teman-temanmu?
Itu bukan karena aku tak peduli. Tapi karena aku ingin dengar sendiri dari mulutmu. Karena aku tak sanggup mendengar kenyataan dari mereka.
Kau menuntut hal itu padaku, tetapi apakah kau pernah menanyakan keadaanku pada teman-temanku? Aku berani bertaruh, nomor mereka pun kau pasti tak tahu.

Katamu kau jenuh. Aku tahu itu hanyalah sebuah alasan yang dibuat-buat. Dan aku menyadari alasan yang sebenarnya. Tapi aku tak pernah bertanya ataupun mencari tahu dari teman-temanmu. Kau tahu kenapa? Karena aku takut kalau yang aku pikirkan benar.

Kau pikir aku tak pernah cemburu? Kau salah besar. Sering aku merasa cemburu pada temanmu. Yang selalu menemanimu makan. Yang kau antar ke dokter saat dia sakit. Yang kau antar pulang setiap malam saat dia belajar di kontrakanmu. Tapi aku tak pernah bilang. Kenapa? Karena kalau aku cemburu dan marah padanya, itu artinya aku sama saja dengan mantanmu yang dulu! Dan aku ga mau seperti itu.

Kau pikir aku tak peduli padamu? Kau pikir aku tak perhatian padamu?
Sekarang aku tanya padamu, pernahkah kau meneleponku untuk sekedar berbasa-basi? Yang ada aku yang selalu meneleponmu.
Oke, untuk berkirim pesan singkat lewat HP kau selalu memulainya. Dan mungkin kau berpikir kenapa harus selalu dirimu yang mulai? Itu semua bukan kulakukan tanpa alasan. Aku takut mengganggumu.
Tiap kau rapat dan sms-an denganku aku selalu mengakhirinya lebih dulu dan berkata 'Ntar aja abis rapat baru dilanjut lagi sms-an nya'. Kau tahu kenapa? Karena aku tak mau kau di cemooh oleh temanmu. Aku tak mau ada temanmu yang berpikir kau hanya pacaran saja hingga ga konsen rapat. Aku tak mau itu.

Aku memberimu perhatian dan merindukanmu dengan caraku sendiri. Tapi, sayangnya kau tak lihat itu. Kau ga mengerti aku. Dan mungkin aku juga tak mengerti dirimu.
Tapi tolong, tak bisakah kau utarakan apa yang kau inginkan dariku? Apa yang tak kau sukai dariku? Apa yang ingin kau rubah dariku?
Aku bisa berubah untukmu. Aku bisa menjadi yang seperti kau mau. Untuk dirimu.

Mungkin kau pikir aku ga bisa berkorban untukmu? Tak bisa ke tempatmu? Kau salah.
Tapi situasi membuatnya berbeda. Dan aku harus mengorbankan perasaanku dan juga bahkan dirimu untuk tanggung jawab yang sudah di amanahkan padaku. Aku ingin lari, ingin pergi, tapi aku ga boleh egois. Dan bodohnya aku mengabaikan perasaanmu.

Saat kau ingin kita berakhir, aku masih merasa tak percaya. Seharian aku menangis. Berpikir dan terus berpikir. Aku tahu kau berubah. Tapi aku tak berani bertanya. Hingga akhirnya aku beranikan diri untuk ungkapkan padamu dan tanpa kusangka tanggapanmu langsung seperti itu.

Aku KECEWA! Kecewa yang amat sangat.

Aku tahu bukan hanya jenuh alasanmu memutuskanku. Aku tahu ada alasan lainnya. Tapi aku berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mungkin ini kesalahanku hingga kau merasa jenuh padaku.

Hingga hari ini......

Akhirnya aku memang harus hadapi kenyataan.

Ternyata kau sudah punya pacar baru. Sungguh tak ku duga akan secepat ini. Cuma butuh waktu seminggu bagimu untuk menyingkirkanku? Semudah itukah?

Lalu apa arti malam itu? Malam saat kau transit di Makassar?
Kenapa kau kecup keningku malam itu?
Kenapa kau ucapkan 'I love you' padaku?
Kenapa?
Kenapaaaa??

KAU BRENGSEK!

BENAR-BENAR BRENGSEK!

Aku menyadari hal inilah yang kau lakukan pada mantan-mantanmu dulu. Mungkin beginilah rasa sakit yang dirasakan Intan dulu padamu.

Aku hanya berharap, kelak kau tak mengumbar lagi janji-janji palsu. Karena janji itu adalah hutang, dan kau sudah punya terlalu banyak hutang dengan pacar-pacarmu terdahulu.

Aku kasihan dengan pacarmu yang sekarang. Mungkin dia ga tau kalo kamu masih ngomong sayang ke aku, masih ngomong cinta ke aku, bahkan kau mengaku kalau kau memang masih cinta sama aku, dulu hingga sampai saat ini, perasaanmu tak berubah padaku.
Entahlah, itu benar atau hanya BULLSHIT! Aku tak tahu.
Atau mungkin itu hanya caramu untuk menggantung perasaanku?

Mungkin ketika dia bertanya padamu apakah kamu masih sayang sama aku, kamu pasti menjawab 'itu dulu, sekarang aku udah punya kamu.' Jawaban yang sama ketika aku bertanya mengenai Intan setahun yang lalu. Hhahaha...... Sungguh sangat lucu!

Aku tahu semua yang busuk tentang dirimu! Semua cerita cintamu. Tapi aku tak pernah mengungkit-ungkitnya. Kau tahu kenapa? Karena aku tak mau kita bertengkar hanya karena masa lalu.
Tapi sayangnya itu menjadi suatu pola yang kau terapkan dalam kehidupan cintamu. Dan itu adalah hal yang sangat aku sesalkan.


Puspita. Nama yang indah.
Dia seniormu kan?
Aku kadang merasa lucu sendiri jika mengingat bahwa ternyata kau telah menyediakan cadangan sebelum putus denganku. Yah, cara yang sangat bagus. Menyediakan cadangan sehingga jika nantinya putus, sudah ada yang mengganti dan mengisi kesepian. Hhahaha......

Apapun itu, aku hanya berharap kelak jika kau putus dengannya bukan karena kau telah menemukan penggantinya yang lain. Aku berharap kau tidak lagi menggunakan cara yang sama seperti yang kau gunakan pada mantan-mantanmu. Kau ucapkan cinta, kecup kening, dan ternyata sudah punya yang baru!

Semoga kau bahagia di atas penderitaanku.



*dari yg sangat mencintaimu [dulu] : iQ*

Raker [Liburan] Pengurus LPM Sinovia periode 2011-2012

Hai semuanyaaa.....udah lama banget ga posting apapun. Sebenernya sih gw udah mau posting dari kemaren2, tp berhubung modem tak kunjung gw isi dan males banget ke warnet, dan galau yang tak kunjung usai (apaaaa cobaa??) akhirnya malam ini lah gw bisa update lagi.

Jadi, minggu kemarin tuh Sinovia ngadain rapat kerja di tanjung bira. Tapi, itu cuma rencana awalnya doang, karena akhirnya kita semua malah raker di Bulukumba, tepatnya di ruang rapat kantor PLN Bulukumba. Keren kann??? Hhehe...... Gw sebenernya juga bingung, kenapa sampai bisa raker disana. Tapi, yasudahlah anggap ajah rejeki tak terduga.

Ada cerita menarik nih skaligus menegangkan selama perjalanan ke Bira.
Jadi, kita semua tuh berangkat dari makassar pukul 8 malam. Nah, karena anak2 yang lain pada laper, jadi kita semua singgah makan dulu di KFC Gowa. Alhasil kita mulai start dari gowa pukul 9.30 malem. Kebayang kan jam berapa kira-kira nyampe bulukumbanya???
Nah, perjalanan menuju Bira itu rutenya seperti ini : Makassar - Gowa - Takalar- Jeneponto - Bantaeng - Bulukumba - Bira
dan itu memakan waktu 5-6 jam!

Awal perjalanan masih biasa saja, lancar, belom ada yang ngantuk. Nah, pas nyampe Jeneponto, ternyata mobilnya kak Arief dan sinocrew yang lain bannya bocor! Duaarrrr.....kayak ada listrik yang nyetrum rasanya pas tahu. Karena gw di mobil satunya, jadi otomatis gw balik lagi ke lokasi nya kak Arief. Alhamdulillah ban mobilnya bocor bukan pas di daerah rawan, karena di Jeneponto terkenal dengan perampok dan pemerkosa. Hiii......gw jadi ngeri sendiri.
Sukurlah lokasi bocornya itu dekat dengan kantor bupati, dan akhirnya kami ditolong oleh warga setempat. Dan malem itu akhirnya gw belajar satu hal, GW HARUS BISA NGEGANTI DAN DONGKRAK BAN MOBIL SENDIRI! Hhehehe.....
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan dikawal oleh penjaga kantor bupati atau satpam atau praja atau apalah itu sampai ke perbatasan Jeneponto. Mungkin ini kali ya yang disebut keberuntungan dalam kesialan? Hhehe......
Singkat cerita akhirnya kami sampai di Bulukumba pukul 3 dini hari dan bermalam di rumah salah satu Sinocrew yang kebetulan warga sana.

Pagi harinya kami berniat untuk mengadakan raker di rumah saja, tetapi ternyata kami sudah disediakan tempat di kantor PLN! Yahh....rejeki ga boleh ditolak. Dan raker yang berjalan dari jam 10 pagi hingga sore hari itu tanpa diduga dihadiri oleh dokter Irfan dan Ketua KPK Bulukumba! Suatu kehormatan banget bagi gw sebagai PU dehh....Hhehe.....



Nah, beginilah kira-kira suasana raker nya. Hhehe......




Nah, selesai raker kami semua langsung cauw ke Bira. Nyampe disana udah jam 6 sore. Rame bangeeeeettt..... Berhubung hari itu emang ada festival pinisi dan ada Seventeen juga yang konser, jadinya tumpah ruah lah smua orang disana.
Nah, ini beberapa foto narsis sinocrew di Bira. Yang ga ikut di larang sirik lohhh.....



Nah, kalo yang ini yang paling gaje kostumnya tuh Mio. Bener-bener ga nyambung jilbab ama bajunya. Tapi dia ngeyel tetep mau pake itu. Ckckck......



Sebelum pulang, kami semua diajak sama kak accung dan kak ari ngeliat pembuatan kapal pinisi. Pokoknya keren banget dahh.....


Harapan gw sebagai PU, semoga kekompakan sinocrew bukan hanya diperlihatkan saat ini saja, tetapi hingga akhir kepengurusan nanti.
Jangan buat gw kecewa. Karena gw udah ngorbanin banyak hal untuk Sinovia.

Ini ceritaku, apa ceritamu??
Hhehe.......

Sabtu, 02 Juli 2011

Galau pasca OSCE

OSCE benar-benar membuatku galau tingkat tinggi!
Galau OSCE melebihi galau patah hati deh kayaknya. Hhahaha.....

Jadi malam sebelum OSCE, smuanya menginap di rumah gw. Ayu, Tami, Fatma, Zul, dan bahkan Muci juga dateng.
Kita semua blajar mpe jam 2 pagi. Dan bangun pukul 5 subuh. Jam 7 teng udah nyampe kampus. Rajin bener yakk?? Padahal biasanya jam setengah 8 baru jalan dari rumah. Hhehe....

Jadi, hari itu, gw ujian OSCE. Ya ampunnnn......bener-bener gugup dan gak bisa konsentrasi.
Saat tiba giliran gw, gw mulai membaca bismillah dan melangkah ke dalam ruangan. Awalnya gw pikir baik-baik saja. Tp ternyata di ruangan-ruangan selanjutnya justru menjadi mimpi buruk! Rata-rata skenario dan pertanyaan yg diujikan malah yang tidak gw kuasai! Mana pasien yang jadi orang cobanya rese-rese. Grrrrrrrrrrrrrrrr........

Ah, tapi apapun hasilnya, yg penting gw udah melakukan smua yang gw bisa.
Dan yang paling penting hari ini gw libuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrr. Yah, walaupun cuma seminggu. Hhehe.......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...